IKEA Therapy

 7 Maret 2025

Di kamar lama rumah mami


Terapi mungkin engga cuman ke psikolog atau psikiater atau melakukan hal-hal yang berbau terapi lainnya. Tapi yang kusebut terapi salah satunya adalah pergi ke IKEA. Hehehehe...

Apalagi aku dapet cara paling mudah dan murah ke IKEA. Hm... Sepertinya kalau hati dan mental aku butuh support system, aku bakal nitipin anak-anak ke mamih terus aku izin pergi ke sini. 

Jadi aku ke IKEA yang ada di kota baru parahyangan pake kereta api dan turun di stasiun terakhir yaitu stasiun cipatat. Dan setelah itu tinggal naik angkot atau pesen ojol buat ke IKEA Kobar. Dan pulang pun dengan rute dan cara yang sama yaitu ojol dan kereta api. Aku shock juga bahagia karna engga nyangka perjalan ke Bandung bisa ditempuh dengan lancar, cepat dan murah. (Aku tipe Ibu-Ibu pecinta diskon dan harga murah garis keras).


Semenjak menjadi penggemar IKEA since 2015 atau 2016an, aku selalu ngebayangin pas buka pintu rumah, ruangan IKEA mana yang aku idamkan yang bisa aku wujudkan. Setiap ruangan di show room IKEA bener-bener bikin inspirasi dan semangat aku kerja dan ngumpulin uang melesat bak kembang api di musim panas. Hehehehe.


Apalagi kalau aku nemu cara nata yang memantik "AHA" moment dari ruangan-ruangan cantik, atau display display yang kombinasinya aku banget tuh rasanya kesedihan dan beban hidupku lenyap untuk sementara hahaha.

Rumahku kecil dan aku harus tau barang-barang apa aja yang muat dan ga bisa beli sembarangan karna kalau kalap bisa-bisa rumahku sempit karna aku beli furniture yang terlalu banyak.


Jadi yang aku lakukan tentu saja ada kontrol atau batasan agar hawa nafsu ini ga asal beli sembarangan. Dipikir lagi kalau bosen nanti bagaimana regulasi furniturenya, karna kalau furniture akan ada masa bosan atau trendnya habis dan berganti. 

Fokus aku saat ini tentu ada di area dapur dan dekorasi, meskipun area livingroom sangat menggugah selera namun rasanya aku ga akan muluk-muluk untuk segera ngedesign area livingroom. 

Tapi karena aku sering masak dan mau lebih eksplore masakan, maka yang akan aku kembangin yang utama adalah area kitchen. SUMPAHHH bagus-bagus showroom nya. Aku sampe bingung mau yang mana. 

Yang menjadi challenge adalah gimana caranya menyesuaikan design kitchen di showroom ini ke area dapurku yang super duper mungil. Jadi pada akhirnya engga bisa plek ketiplek di copy lalu paste. Jadi cari yang bisa di adaptasi lalu foto barang-barangnya terus bekerja keras. 








Dan godaan lainnya yang engga bisa aku abaikan adalah dekorasi dan organizing. Aku suka menata dan penataan aku tuh harus rapi, ringkas dan efektif karena aku cukup pusing sehari-hari karena kerjaan jadi barang-baarang di rumah ga mau ada yang numpuk atau ga tertata dengan rapi. Liat contoh-contoh organizing di atas, bikin air liur aku ngecess ga berehenti. Bismillah aku bisa merapikan dan menata barang-barang aku dengan cukup baik seperti di atas. 

Dan serunya lagi ada area "AS IS" atau bekas display yang dijual dnegan harga yang lebih miring. Aaaahhhh... jiwa ibu ibu pecinta diskon mulai meronta-ronta. Aku sampe foto dan tandain mana aja yang mau aku beli. Window shopping is always fascinating. Seru... dan menyegarkan mata. 
alhamdulillah... 



Look at my happy face. Meski kali ini aku engga belanja banyak-banyak namun main ke IKEA kali ini bikin secercah harapan di lubuk hati aku muncul lagi. 

Alhamdulillah. See you again IKEA.   



Salam Hangat,


Meisya

L

Komentar

Postingan Populer