My 2024
Rumah Mamih
Sabtu, 1 Februari 2025
sambil dengerin Ardan Nembak.
Selamat tahun baru 2025......
Let me look back to my 2024.
Hm.... A word to describe 2024 for me is "Acceptance".
Yup...
💖Aku menerima bahwa banyak hal yang diluar kontrol. Sebagai guru kadang aku selalu berusaha mengatur dan meluruskan segala sesuatu yang berantakan. Namun ternyata banyak hal yang juga ga bisa kita kendalikan.
Seperti :
1. Menerima bahwa ketidakadilan yang sering kujumpai adalah jalan Allah SWT untuk membuatku legowo seperti contohnya beban kerja yang tidak seimbang. Di tempat kerja ada yang bilang "Kan dari tahun ke tahun beban kerja sekolah ini tetap sama". Nah, di sinilah ujianku datang. Menerima kalau beban kerja kita dianggap rata sama siapapun. Sudahlah.... let go....
2. Menerima bahwa aku bisa ditolak kerja dengan resumeku yang kuanggap cemerlang wkwkw. Ya berarti bukan jodohnya kerja di situ. Padahal sudah berharap banget bisa keterima karna akan dapat tambahan pemasukan. Tapi, dari sini aku belajar bahwa perkerjaan apapun yg kita lakukan sekarang harus selalu disyukuri, diterima dan dijalankan dengan tulus dan penuh kesadaran. Karna, lewat pekerjaan inilah kita bisa mewujudkan impian-impian kita.
3. Menerima bahwa "We cannot please everyone". Sebagai people pleasure akut, kadang aku harus melukai diri aku sendiri agar bisa menyenangkan orang lain. Ternyata aku bisa membuat batasan mana yang bisa aku bantu dan mana yang tidak. Sehingga aku pun bisa berbuat baik dengan tulus.
4. Menerima bahwa istirahat dari instagram dan media sosial lainnya bisa membuatku lebih waras. Bonusnya jadi bisa memfokuskan pada diri sendiri, dan kadang suka lupa kalau ada dark side kita yang hampir keluar, membuatku berefleksi untuk menyembuhkan semua luka di dalam diri yang tidak terlihat. Agak takjub ketika aku berhasil mempelajari "Shadow Work", hasilnya aku bisa menerapkan self love yang sehat (bukan "egois" yang berbalut selflove). Ternyata menghadapi sisi diri yang ingin dilupakan dan dikunci rapat-rapat di ruang terdalam. Merengkuhnya dan membersamainya kemudian mengatakan "ga apa-apa, ada aku ya", rasanya seperti meluncur dari roller coaster, takut tapi ada sensasi lega dan seru.
5. Menerima bahwa hanya Allah SWT satu-satunya bersandar. Kita tidak bisa berekspektasi pada makhlukNya. Kalau pun iya ujungnya adalah kecewa. Belajar berusaha pol-polan dan menerima hasilnya. Meyakini semua atas izin-Nya.
6. Kita akan memilih orang yang "menerima" kita. Kadang kita suka sok tahu dan berusaha diterima oleh orang yang ternyata bukan yang ditakdirkan untuk kita (bukan soal jodoh, tapi bisa jadi perkerjaan, pertemanan, lingkungan). Kita tidak akan pernah bisa membuat kagum orang-orang yang jelas - jelas tidak menyukai kita. Kalau kata Ali bin Abi Thalib "Tidak perlu menjelaskan tentang dirimu kepada siapapun, Karena yang menyukaimu tidak butuh itu. Dan yang membencimu tidak akan percaya itu.
7. Menerima bahwa kemelekatan kita terhadap suatu hal malah berakibat menjauhkan kita dari hal tersebut. Kadang kita harus melepaskan dan membiarkan semesta bekerja. Belajar bahwa mencintai bisa tanpa syarat apapun (Unconditional Love)
Well... itulah refleksi aku di tahun 2024 ini. Semoga aku bisa melalui 2025 dengan baik. Semoga kita menjadi penyanjung hidup Sang Pembimbing Kehidupan.
Salam Hangat,
Meisya
.jpg)

Komentar
Posting Komentar