Wahai Ibu... Jangan Kubur Mimpimu!
Masih hangat rasanya postingan tentang "love-hate relationship" menjadi ibu rumah tangga di post sebelum post yang ini. Bagaimana aku berjuang menerima kehidupan ibu rumah tangga dan akhirnya kondisi keuangan keluarga membuatku kembali berjuang mencari pekerjaan, Kemudian aku pun mulai kembali mengahadapi berbagai macam penolakan dari ratusan lamaran yang ku tebar Email-email templete berisi php yang bunyinya "trough your cv is really interesting, but we have to move with other candidate" sudah jadi makanan sehari-hari. hahahaha... well it's life...
Dulu, waktu masih kerja pengen jadi ibu rumah tangga. Terus pas jadi ibu rumah tangga sering berdoa bisa kembali kerja saat usia anak-anak bisa sedikit aku tinggal.
Yah.. Meski ditolak berkali-kali, "give up“ will never be my option. Setelah menebar jala di sana-sini akhirnya ada yang nyangkut beberapa hehehe.
Ada yang ga dipengen-pengen tapi keterima trus ikut pelatihannya (lulus jadi guru coding di lesan coding India) dan berujung engga lanjut karena aku pengen ngajar anak-anak bukan ngajar coding.
Ada yang udah keterima di sekolah yang aku idam-idamin besutannya anak Quraish Shihab.. Udah lolos seleksi, tes wawancara, nego gaji, nyobain ngajar di kelas, tapi TERNYATA kerjanya harus ke Bogor. BAAM. Suami ngamuks engga setuju, padahal tinggal teken surat kontrak. Sumpah patah hatii banget.
Dan, tibalah aku ngelamar di Sekolah Montessori Sukabumi berkat postingan di salah satu instagram. Alhamdulillah pas datang wawancara, saat itu pula aku diterima. Alhamdulillah...
Allah SWT emang tau, aku ga bisa jauh dr anak-anak. Dikasih kerjaan yang Alhamdulillah bisa menyambung kehidupan aku dan anak-anak. Dan yang paling penting, ga perlu ninggalin anak-anak. Alhamdulillah Wasyukurillah.
Sempet lumayan lama sedih karena engga berhasil gabung ngajar di sekolah yang menjadi one of my bucket list. Tapi ternyata, masyaallah sekolah aku saat ini membuat aku belajar banyak hal, yang mungkin engga aku dapet dari sekolah lain. Kenal sama atasan-atasan hebat, orang tua yang mindsetnya pada keren-keren.
Terus, Sekolah aku saat ini mengajarkan aku komitmen dalam bekerja, dan etos kerja yang bisa kita maksimalkan. Apalagi jika kita mengetahui bahwa atasan-atasan kita ternyata juga sangat bekerja keras, bahkan tanpa kita ketahui mereka kerja lebih keras dari kita bawahan-bawahannya. Ini membuat kita merasa tidak sedang berjuang sendirian, bisa jadi tempat bertanya, dan memecahkan permasalahan sekolah dengan baik. Dengan kondisi seperti ini, semangat kerja jadi semakin terpacu.
Bagi aku menjadi guru dan mengajar adalah arti dari passion hidup yang ternyata telah aku temukan. Memberikan kontribusi terbaik di setiap kali aku mengajar , bagi aku adalah bagian dari harga diri. Dan pendidikan yang berhak diterima oleh setiap anak-anak yang kita didik adalah mahakarya yang mesti diberikan dedikasi maksimal oleh semua guru (termasuk aku tentunya hehe).
Baiklah seperti Quotes Meira Anastasia "Wahai Ibu.. Jangan Kubur Mimpimu". Mungkin bila tiba saatnya impian itu akan terwujud dengan indah dan disaat yang tepat.
Dont give up ya mama echa...
Bismillah
Salam Hangat,
Meisya
.png)

Komentar
Posting Komentar