My Hijab Story
Ide topik tulisan ini berawal saat aku bikin reels "My favorite Hijab" di Instagram. Karna sudah lama nggak kemana-mana, aku jadi jarang pake koleksi Jilbab aku. Koleksi jilbabku menatap nanar seakan bilang "Mama Echa pake kita dong!". Jadilah aku bikin reels Jilbab di Ig. Dan muncullah ide nulis blog dengan topik "My Hijab Story".
Arti Jilbab bagi aku
Setelah hampir 10 tahun berhijab aku mulai mengerti dan memahami arti Jilbab ini. Jilbab bagiku adalah sebuah identitas seorang muslimah yang dimulai dengan menjilbab-i hati dengan keimanan dan ketaqwaan pada Allah SWT.
Jilbab adalah proses aku untuk tetap terus mengamalkan Ilmu Al-Quran sebagai pedoman Hidupku di tengah cobaan yang luar biasa. Bisa diibaratkan mempertahankan keimanan dan Ilmu Allah saat ini seperti nyala sebuah lilin di tengah terpaan badai angin. Tapi aku selalu yakin bahwa kuasa Allah SWT Maha Dahsyat. Selagi aku berpegang teguh pada Keimanan-ku, akan selalu ada pertolongan Allah SWT dalam bentuk apapaun. Jilbab jadi pengingat aku saat ingin berbuat bodoh. "Echa, Masa kamu pake Hijab tapi kelakuannya gitu!!".
Intinya memakai jilbab bagiku adalah langkah untuk terus membenahi hati, mindset, lisan dan perbuatan untuk aku berada dalam jalan Allah SWT.
Heyy.. aku ngomong gini setelah aku tersesat dan melakukan hal yang mengerikan.. Huhuhuhu.
Untung Allah selalu menarikku kembali untuk berjalan dalam bimbingan-Nya.
Pernah Tergelincir
Jujur, awal berhijab bukan dari hatiku sendiri. Tapi karna menikah dengan suami yang berasal dari keluarga yang tingkat agamisnya cukup tinggi. Jadi awal-awal berhijab aku belum 100% dari hati yang terdalam. Pada tahun 2012 perkembangan Modest Fashion belum seberkembang seperti saat ini. Mungkin tahun tersebut adalah tahun awal perintisan trend style hijab yang sangat bervariasi yang memakai banyak pentul. Dan tentunya style seperti itu bukan aku pisan. hehehe. Aku juga ikut trend-nya tapi sebisa mungkin yang kupilih adalah style yang paling simple.
Tapi ternyata awal menikah keuangan keluargaku malah kurang membaik. Semua lamaran pekerjaanku selalu ditolak karena alasan aku memakai Hijab. Aku melamar mengajar Bahasa Mandarin, dan rata-rata sekolah yang menyediakan lowongan guru bahasa mandarin adalah Sekolah non-muslim yang notabene nggak ada guru yang memakai jilbab disana.
Pernah beberapa kali di tahap melamar lalu interview, nego gaji dan sudah fix minggu besoknya diterima. Kemudian D-1 di beri kabar via SMS bahwa TIDAk JADI ngajar karna alasan yang bagiku kurang kuat. Setelah ditelisik ternyata sekolah tsb tidak mengizinkan guru yang memakai hijab.
Aku juga pernah berdosa, saking inginnya kembali bekerja. (Padalah saat itu suamiku sudah bekerja di bandung di perusahaan kontraktor). Aku ditawari kembali mengajar di sekolah asal karna dulu kinerja mengajar aku cukup baik. Tapi dengan syarat AKU HARUS LEPAS HIJAB SELAMA MENGAJAR. Tanpa pikir panjang aku langsung terima. Aku berbohong pada suamiku kalau aku disana mengajar memakai jilbab. Padahal pergi ke sana memakai jilbab, begitu sampai langsung lepas jilbab, pulang mengajar pakai jilbab lagi. Astagfirullah....
Pada awalnya aku merasa DUNIA kembali padaku, pendapatanku bertambah, eksistensiku sebagai seorang wanita karir bertambah, percaya diriku bertambah. My world is back.
Ternyata setelah dijalani hati aku selalu tidak tenang dan waswas. Takut kalau suatu saat nanti ini menjadi karma karna sudah membohongi suami dan mengkhianati pilihan hidupku. Takut kalau suami juga berbohong, mana saat itu kita lagi LDM, dia di Bandung aku di Sukabumi. Wah... inget LDM itu rasanya masa-masa itu adalah masa-masa paling aneh dalam hidupku.
Lalu AKU KETAHUAN. Kemudian Ribut Besar. Berakhir mengundurkan diri.
Protes sudah, Membangkang sudah, Tidak Menerima Konsekuensi Pilihan juga sudah, akhirnya MENERIMA
Setelah semua sudah kulakukan akhirnya aku menerima bahwa ini pilihan hidupku. Berjilbab adalah pilihanku bukan karna manusia atau keadaaan tapi karena ALLAH SWT. Meski pekerjaanku dan pendapatanku tidak seperti sebelumnya, Tapi hatiku DAMAI dan BAHAGIA. Dan ketenangan batinku ini nggak bisa dibeli dengan uang. Yakin bahwa ALLAh akan membukakan jalan tanpa aku harus mengkhianati perintahNya.
Menemukan Brand Hijab RIAMIRANDA
Boleh lah rasanya kemabali membaca "why i love Ria Miranda so Much" di post-post aku sebelumnya. Akhirnya setelah selalu kebingungan karna belum punya baju muslim yang pas dan wananya selalu gonjreng, dan baju aku tuh tumpuk-tumpuk (Pakai kaos lalu pakai cardigan) agar bisa tertutup. Akhirnya aku menemukan Brand yang sangat me-representasi-kan imaginasi dan design aku sebagai seorang muslimah. Stylenya aku banget karna tidak menunjukkan lekuk tubuh. Pake baju dan jilbab dari Barand Ria Miranda bikin aku happy dan merasa cantik. (hahahaha..maaf, bila mau muntah setelah membaca kalimat sebelumnya waktu dan tempat saya persilahkan).
Itulah cerita singkat Meisya si Ibu Bodoh dengan pencarian makna Jilbab dalam hidupnya. Semoga setelah membaca blog ini aku terus istiqomah berjilbab. Terus berjuang agar selalu dalam jalan Allah SWT. "Mudah-mudahan saya menjadi hidup dalam ilmu Allah, yang telah mengajarkan Al-Quran lagi memberikan satu kepastian hidup menurut pilihan masing-masing". Aku memilih teguh pada perintah Allah yaitu menutup aurat dengan berjilbab, dan aku yakin kepastian Allah pula yang akan selalu membimbingku pada kehidupan yang bahagia.
Komentar
Posting Komentar