i'm a big fans of Uni Ria Miranda

A stupid mother’s diary “blessing spirit”
10 06 2016
Jam 01.51 am

Di kamar depan rumah mama
Haaahh… lagi dapet pink feeling gara gara baca blog uni ria Miranda. Aku baca blog uni lewat hp mama, coz hp ku jadul dan belum ada modem hehehe. So ntar modem akan jadi prioritas buat dibeli, soalnya ya… zaman udah segala internet jadi kita pun mau ga mau harus mengikuti.

Banyak hal menarik dari blog nya uni ria, salah satunya adalah bagaimana uni ria menyeimbangkan perananya jadi ibu dan jadi fashion designer yang ngehits di kalangan hijabers. Kenapa aku bahas ini karna aku sendri ngalamin jadi ibu dan juga harus kerja, yang harus memaksa kita agar jadi ibu yang dobel repot. Satu repot ngurusin anak dan repot ngurusin kerjaan. Dan untuk membuat itu tetep seimbang memang perlu semangat yang tiada habisnya. So.. aku selalu kagum sama orang yang bisa “keren dirumah sama anak” dan “keren sama kerjaannya”. Dan itu uni ria banget…

Aku adalah orang yang suka kagum atau cepat termotivasi sama orang yang sangat bertanggung jawab dengan hidupnya. Dengan baca blognya uni ria aku makin sadar bahwa “anak yang bahagia berasal dari keluarga yang bahagia”. Semua memang berawal dari orang tua. Dan pusingnya lagi tidak ada sekolah untuk menjadi orang tua yang baik. Tapi yang namanya belajar kan ga hanya di sekolah, Dewasa ini Banyak buku atau blog parenting yang recommended buat dipelajari oleh ibu muda. Syaratnya Cuma satu yaitu “mau”. Memang tidak mudah menjadi orangtua yang bahagia. Tapi kita selalu diberikan kesempatan lebar untuk terus memperbaiki diri.

Dari blog uni ria, aku belajar bahwa menekuni bidang yang disukai itu selain menyenangkan juga menciptakan atmosfer kebahagian untuk peran diri sendiri pada bidang yang lain. Uni ria meskipun seorang fashion designer yang idealis dengan konsep shabby chicnya membuatnya tidak lantas mengabaikan passionnya sebagai ibu. Karna beliau happy dengan kerjaannya beliau pun happy dengan merawat anaknya. Setelah aku merenung ternyata blognya uni mengajarkan aku bahwa dengan happy kita di kerjaan happy pula kita di rumah.

Dan tring… lampu nyala dikepala.. iya juga ya… kadang aku lupa bahwa kerjaan aku sekarang adalah kerjan yang aku dambakan. Seharusnya aku selau bersyukur karna aku masih diberikan keepercayaan dalam menjalankan kerjaan ini. Harusnya dengan aku happy smaa kerjaan aku, pulang pun aku bawa mood happynya ke rumah. Aku masih sering kesel kalo pulang kerja Qisya ogo (padahal dia kangen), dan tidur suka malem karna exploring dia terhadap sesuatu gak berhenti tapi aku dengan egoisnya ga mau mengayomi hal itu.

Tapi mudah-mudahan Allah selalu membukakan aku pintu kesempatan untuk terus memperbaiki diri. Karna aku mau berubah menjadi lebih baik dan lebih bahagia. Sehingga kebahagiaan aku nerjain kerjaan juga ikut  menjadi kebahagiaan mengasuh Qisy,a dan kita menjadi ibu dan anak yang bahagia.

Terimakasih Uni Ria Miranda… berkat blog uni, aku jadi tercerahkan. Terimakasih atas “blessing spirit” yang sudah Uni Ria tularkan. Semoga selalu sehat dan terus berkarnya dalam bentuk apapun. Hatur nuhun Uni.

Salam hangat



Meisya

Komentar

Postingan Populer